Alasan Mengapa Kucing Memakan Plasenta Anaknya

Bagi kamu yang baru pertama kali menemani kucing melahirkan, mungkin kamu terheran-heran, kok plasenta anaknya dimakan ya? Cukup mengagetkan, bukan? Namun, kucing punya alasan tersendiri kenapa memakan plasenta anaknya setelah melahirkan. Biar rasa penasaran kamu nggak kebawa sampai ke alam mimpi, kami bahas saja. Berikut 5 alasan mengapa kucing memakan plasenta anaknya yang kami kutip dari situs goldenmaze.net:

  • Alasan #1: insting induk menghilangkan jejak persalinan.
  • Alasan #2: menjaga agar anak kucing jauh dari ancaman.
  • Alasan #3: mengurangi potensi jamur dan penyakit di sarang kucing.
  • Alasan #4: mempermudah anak kucing untuk bergerak.
  • Alasan #5: induk kucing kelaparan setelah melahirkan.

Mulai penasaran? Yuk, mulai cari tahu.

Alasan #1: Insting Induk Menghilangkan Jejak Persalinan

Ketika berbicara tentang induk dan insting, setiap induk hewan memiliki instingnya tersendiri untuk melindungi diri dan anaknya.

Kenapa bisa begitu? Hal tersebut disebabkan pada dasarnya kucing merupakan hewan liar. Di alam liar, predator akan selalu mengintai mangsa terutama saat mangsa sedang lengah dan lemah.

Induk kucing sadar, jika setelah melahirkan, induk akan lebih lemah dan tak berdaya. Alhasil. Induk kucing akan kalah jika berhadapan dengan predator.

Seperti yang kamu tahu, kalau plasenta bayi kucing memiliki bau amis yang menyengat. Bau inilah yang akan tercium oleh predator dan memancing predator datang. Alasan tersebut membuat induk kucing mencoba untuk melindungi jejak persembunyiannya dengan memakan plasenta anaknya.

Bukankah sekarang sudah banyak kucing domestik yang melahirkan di tempat aman? Memang. Namun, seperti sudah mendarah daging, kucing tetap memiliki insting untuk melindungi anaknya.

Jadi, jangan heran jika kebiasaan memakan plasenta masih dilakukan oleh kucing hingga saat ini.

Alasan #2: Menjaga agar Anak Kucing Jauh dari Ancaman

Alasan kedua adalah untuk melindungi kucing. Alasan kedua ini memiliki kaitan yang erat dengan alasan pertama.

Kamu tahu ‘kan kalau plasenta dan bayi kucing yang baru lahir punya bau yang sangat khas? Bau inilah yang mengundang para predator untuk datang dan memangsa.

Jika plasenta dibiarkan saja, predator akan mengetahui letak sarang kucing walaupun jauh jaraknya. Kemudian memangsa bayi kucing dan bukan tidak mungkin memangsa induk kucing.

Kenapa? Karena setelah melahirkan, tenaga induk kucing akan terkuras dan merasa lemah.

Jika pun mampu bertahan, induk kucing tak akan mampu bertahan lama karena kalah tenaga dan itu mimpi buruk. Karena hal tersebut, induk kucing akan langsung memaham plasenta setelah melahirkan.

Hanya memakannya? Tentu saja tidak.

Induk kucing juga akan menjilati bayi kucing sehingga bersih dari darah. Alhasil, bayi kucing akan lebih bersih dan predator pun akan kesulitan menemukan sarang kucing.

Alasan #3: Mengurangi Potensi Jamur dan Penyakit di Sarang Kucing

Saat kucing melahirkan, sarang akan menjadi lebih lembap dari biasanya karena ketuban dan juga darah. Kedua hal tersebut akan memicu jamur dan penyakit di sarang dan bisa membahayakan induk dan kitten.

Di sisi lain, plasenta termasuk jenis organ yang mudah membusuk. Jika dibiarkan saja, maka tentu saja, plasenta akan membusuk dan memicu jamur dan penyakit.

Bayangkan, jika kucing melahirkan 6 kitten, maka akan ada 6 plasenta. Artinya, ada 6 ancaman jamur dan penyakit yang bisa menyerang induk dan bayi kucing kapan saja.

Belum lagi serangga seperti semut dan lalat akan berdatangan. Seperti yang kamu tahu, serangga terutama lalat bisa menjadi pemicu penyakit pada kucing seperti cacingan.

Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin kucing akan sakit walaupun masih kecil. Apalagi jika ada infeksi yang menular. Bukan tidak mungkin kalau induk dan bayi kucing lainnya akan tertular.

Karena itulah, kucing akan segera memakan plasenta anak kucing begitu anak kucing sudah lahir. Dengan begitu, anak kucing akan lebih aman dari penyakit dan jamur yang bisa saja datang menyerang.

Alasan #4: Mempermudah Anak Kucing untuk Bergerak

Sama halnya seperti manusia, kucing yang baru lahir akan memiliki plasenta atau ari-ari yang terhubung ke perut kucing. Selama dalam perut, plasenta inilah yang membantu bayi kucing mendapatkan asupan gizi. Namun, setelah dilahirkan, plasenta bisa menjadi penghambat untuk kucing bergerak.

Kok bisa?

Ini karena kucing punya plasenta yang cukup panjang dan tentu hal tersebut akan mempersulit bayi kucing untuk bergerak. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bayi kucing mati karena terjerat plasenta yang masih terhubung ke induk.

Bukannya anak kucing bisa memutus plasentanya sendiri? Itu mustahil dilakukan oleh anak kucing yang baru lahir!

Anak kucing baru memiliki gigi susu setelah berusia 2 bulan. Jadi, tidak mungkin bukan untuk anak kucing memutus ari-arinya sendiri?

Karena hal tersebut, induk kucing kemudian memakan plasenta yang masih menghubungkan antara induk dan anak kucing.

Apakah akan dimakan semuanya? Tidak. Induk akan memakan plasenta dan menyisakan sekitar 3-5 cm ari-ari di perut anak.

Plasenta yang tersisa akan mengering dengan sendirinya dan terlepas. Jadi, anak kucing bisa lebih bergerak dengan bebas terutama di 2 minggu pertama.

Alasan #5: Induk Kucing Kelaparan setelah Melahirkan

Terlihat sederhana tapi induk kucing sebenarnya mengerahkan segenap tenaganya untuk melahirkan anak kucing. Apalagi jika kucing kamu melahirkan anak dalam jumlah yang banyak, misalnya 5 ekor anak kucing. Alhasil, setelah melahirkan, induk akan merasa lemas dan lelah.

Agar kembali berenergi, tentu induk kucing perlu makan, iya kan? Sayangnya, kebanyakan induk kucing bahkan tidak memiliki energi untuk berpindah tempat atau berdiri.

Karena itulah, induk kucing akan memakan plasenta dari anak yang dilahirkan. Apakah itu cukup untuk mengembalikan energi kucing?

Plasenta memiliki kandungan gizi dan nutrisi seperti daging segar. Dengan begitu, ketika induk kucing memakan plasenta tersebut, induk akan mendapatkan tenaga ekstra. Apalagi saat melahirkan lebih dari 3 ekor kucing.

Jadi, kamu tak perlu khawatir ya kalau melihat kucing memakan plasenta anaknya sendiri setelah melahirkan.

Perlu kamu tahu, induk memakan plasenta anaknya itu normal dan aman selama plasenta belum terkontaminasi virus dan bakteri. Jika tidak memakan ari-ari pun itu normal karena tidak semua kucing suka untuk memakan plasenta. Jadi, jangan khawatir lagi! Kalau kamu punya pertanyaan atau ingin menambahkan informasi, jangan lupa komen di bawah ya!